Trik Pilih Sepatu Sepak Bola Berkualitas Untuk Pemula

Jumlah tiga pemain di belakang sangat ideal untuk mendapatkan keseimbangan dalam fase ini. Efektifitas peran gelandang bertahan cukup beragam dalam fase ini, karena sangat bergantung kepada kepandaiannya membaca permainan, kecepatannya bergerak, sekaligus skillnya untuk menghadang lawan. Sebenarnya gelandang bertahan bukan solusi nyata di pendekatan ini, karena pemain secerdas Sergio Busquets saja masih sering gagal melaksanakan tugas. Justru intimidasi dengan melempar lebih banyak pemain ke depan sejak awal yang berperan lebih besar dalam MENCEGAH serangan balik berbahaya agar tidak terjadi.

Dengan lebih sedikit proses yang harus dilalui untuk mendapatkan bentuk ini, skema tiga bek bisa lebih stabil ketika menyusun serangan karena pemain akan lebih cepat berada di posisi masing-masing. Bahkan tanpa banyak perubahan posisi, tentunya akan lebih membantu untuk menghindarkan pemain dari kebingungan akan sistem bermain. Yang juga perlu diperhatikan adalah posisi dua pemain di sisi luar yang berada di halfspace (area antara flank dan tengah).

Tentu saja jika bola terlepas wingback tetap harus turun bertahan, tapi tidak harus secepat peran fullback untuk kembali ke posisi. Jika skema empat bek cukup tersiksa dalam fase transisi negatif, hal serupa tidak dialami oleh skema tiga bek.

Hal ini akan memberi wingback waktu untuk melakukan recovery posisi untuk kembali naik, setelah biasanya mereka akan turun cukup jauh ketika bertahan. Bentuk fleksibilitas tersebut akan sangat kelihatan jika tim sedang dalam fase bertahan. Selain gelandang bertahan, tiga pemain yang akan selalu di belakang juga sangat membantu pekerjaan wingback.

Kedua bek sayap selalu bisa lebih leluasa melakukan overlap ketika menyerang. Keleluasaan yang sama tidak dimiliki fullback dalam skema empat bek, karena masih ada spot di belakang yang menjadi tanggung jawabnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *